Penulis : Habib Abdul Qadir bin Umar Mauladdawilah
Dimensi : 14.5 x 20.5 cm
Tebal : 290 halaman
Berat : 400 gram
Membaca kisah hidup orang-orang Sholeh merupakan keutamaan yang banyak memberikan kebaikan. Selain menurunkan berkah dan menolak bencana, hal tersebut dapat menumbuhkan Ghirah (semangat) beragama dalam jiwa pembacanya, karena didalam kisah mereka terdapat berbagai pelajaran dan hikmah berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di dalam buku ini terhimpun kisah hidup 12 Ulama Kharismatik Di Indonesia yang dilengkapi dengan kumpulan foto-foto langkanya. Mereka adalah :
1. Habib Husein bin Hadi Al-Hamid (Mbrani, Kraksan)
2. Habib Umar bin Hud Al-Attas (Cipayung, Bogor)
3. Habib Abdul Qadir biHusein Assegaf (Pasuruan)
4. Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf (Bukit Duri, Jakarta)
5. Habib Muhammad bin Husein Ba’bud (Lawang, Malang)
6. Habib Ali bin Ja'far Alaydrus (Batu Pahat, Johor)
7. Habib Anis bin Alwi bin Ali Shahib Maulid Al-Habsyi (Solo)
8. Habib Hasan bin Ahmad Baharun (Dalwa, Bangil)
9. Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih (Darul Hadits, Malang)
10. TG. KH. Muhammad Syarwani Abdan (Datuk Klampayan, Bangil)
11. TG. KH. Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul, Martapura)
12. TG. KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid, Pasuruan)
Mereka yang sudah selayaknya dijadikan panutan dalam berdakwah, selama hidupnya selalu mengedepankan akhlak dan budi pekerti luhur, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam melalui rantai sanad yang terjaga. Mereka sangat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan umat. Mereka telah menyebarkan Islam dengan santun, damai, dan lemah lembut. Sehingga masyarakat dengan mudah dan lapang dada menerima apa-apa yang telah mereka sampaikan.
Mereka yang sudah selayaknya dijadikan panutan dalam berdakwah, selama hidupnya selalu mengedepankan akhlak dan budi pekerti luhur, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam melalui rantai sanad yang terjaga. Mereka sangat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan umat. Mereka telah menyebarkan Islam dengan santun, damai, dan lemah lembut. Sehingga masyarakat dengan mudah dan lapang dada menerima apa-apa yang telah mereka sampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar